Saturday, October 8, 2011

sajak putih

sajak ini kutulis,
setelah adzan meluruhkan hati
tiba tiba aku ingat padamu
dengan kesendirian sebagai khatijah
yang merindukan muhamad.

kau begitu setia
mengasini rindu dengan tilawah
wirid wirid bening
shalat shalat hening.

aku mencintaimu dengan pasrah
seperti kepasrahan surau surau
menunggu jama'ah
kadang pula seperti sampan
menunggu angin membawanya ke daratan.

sajak ini mahar rinduku padamu
jawaban atas rindumu padaku.


16 mei 2010