Saturday, January 8, 2011

ingin

ingin






ia bercerita, pendek sekali pagi tadi. tak kurang dari sepuluh kata, penuh airmata.

karang yang ia simpan didadanya. aku melihatnya. tetap tangguh.

meski asinnya, kurasai dimataku.


..................



semalam aku hampir tenggelam dalam pekat.

saat ku ingat, namaku kau rapal disetiap doa doa.

kau sangat ingin di belakangku

menyimak fatihah dan surah surah pendek.

kalau tidak ku lupa, begitulah kira kira.



adikku, sungguh aku ingin lagi membuat puisi untukmu,

menyuguhkan sembilan puluh sembilan purnama di mimpimu

seperti sedia kala,

kala pertama kau titipkan hatimu dihatiku.



tapi, rasanya segala rasa yang kupunyai telah kau rasai.

bahkan nyaris, adikku.








pamekasan, 06 januari 2011

No comments:

Post a Comment