hujan di awal juli
adalah tubuhmu yang rinai dihalaman
atau seribu kunang kunang melebihi bintang di langit langit kamar
:reoni rindu dan rindu, katamu
aku benar benar menjadi angin waktu itu
memeluk mesra tubuhmu
menghalau matahari yang mendera bulan dikepalamu
atau, aku adalah kuas yang melukis dikanvas dadamu
kita banyak bicara soal pendidikan yang tidak mendidik
soal cita cita, soal agama, soal anak anak sekarang yang suka mengangkat parang
menusukkannya pada siapa dan apa saja
dan soal negara yang pelupa dan alpa bagi kesejahteraan rakyatnya
hujan di awal juli
adalah tubuhmu yang terbentang disepanjang jalan
memaknai kelokan dan tikungan tidup yang mulai redup
:disamping rambu lalu lintas
kau membaca papan nama (hati hati rawan kecelakaan)
dan polisi itu tersenyum
selebihnya aku terantuk pada polisi tidur
kau tidak saja suka ngoleksi batik
mengukur jalan dan malam
tapi kau juga mengingat nama nama yang menyapaku
aku maklum, berawal dari nama adam dan hawa menjadi bijaksana
hujan di awal juli
kau datang
membawa rindu kekotaku
kemudian membanya kembali
bersama kilat dan hujan yang banjir ditengah malam, malam itu
sampang, 2010
No comments:
Post a Comment