Saturday, September 18, 2010

pukul kosong kosong

malam merambat pelan
rambutmu yang jalan raya semakin maya
duniaku
duniamu
bertemu disimpang bulan sabit
pada pucuknya, kita memanjat
seperti alif yang tak pernah selesai ditafsiri
bahkan para sufi

aku ingin menjamumu malam ini
dengan sepesang mata
sambil mengajakmu mengitari sepi
menepi dan sunyi
disini
didadaku ini

No comments:

Post a Comment